Powered By Blogger

Senin, 19 Desember 2011

Kenapa Korea Terobsesi Operasi Plastik

Ketika pertama kali berkunjung Korea di 2003, saya hanya heran mengapa banyak wanita yang menggunakan hak tinggi kemana pun mereka pergi. Ini termasuk saat datang ke konser rock di ruangan terbuka di mana hujan badai menyertai sepanjang konser. Dalam hati saya berpikir mungkin inilah yang namanya perbedaan budaya. Namun terus terang beberapa tetap terlihat janggal buat saya. Saya heran melihat para pria membawa tas besar yang dikempit di tangan dan menggunakan dasi atau celana berwarna pink atau warna pastel lainnya. Atau ketika melihat para pria cuek bersolek di kaca telepon genggamnya atau melihat jejeran klinik kecantikan di Apkujong dan mendapati beberapa wanita keluar dari klinik menggunakan masker dan kaca mata hitam. Bahkan Korea Tourism Board di dalam buku tentang Korea menawarkan paket tur medis, yang berarti peserta akan berkeliling dari satu klinik ke klinik lain melihat kecanggihan teknologi perbaikan estetika tubuh ini. Salah satu teman saya dari Malaysia sempat ikut tur ini dan mengatakan kalau di akhir tur, kita juga akan merasakan salah satu servis kecantikan itu berupa pemutihan gigi atau pijat/facial wajah. Bintang-bintang Hollywood juga dikenal akan kecanggihan permak tubuh dan wajah mereka, tapi rasanya tidak sampai taraf dipublikasikan. Kejanggalan seperti ini membuat saya bertanya-tanya mengapa dan apa penyebabnya. Lucunya, banyak teman yang berkomentar sama. Apalagi, obsesi untuk menjadi cantik itu semakin terekam dalam film (salah satunya yang paling populer adalah “200 Pounds of Beauty”), drama, ataupun berbagai acara variety. Keinginan untuk tampil sempurna memang tidak bisa dipungkiri adalah hasrat semua orang, tetapi mungkin tidak ada yang “seambisius” Korea, terutama para seleb Kpop yang sering saya lihat di internet atau televisi. Pertama, definisi kecantikan penduduk Korea memang tinggi. Terpengaruh oleh budaya barat, definisi kegantengan atau kecantikan sempurna dilihat dari tinggi tubuh semampai, hidung mancung, kulit putih, dan mata besar. Rasa minder saat bersosialiasi membuat warga Korea mencari cara dan jalan keluar cepat demi memperbaiki kekurangan. Mereka percaya kalau kesan pertama sangat penting dalam mencari pekerjaan atau dalam menghadiri acara-acara tertentu seperti pesta pernikahan. Selain itu, warga Korea memiliki sifat kompetitif yang tinggi. Ini bisa dilihat dari sistem pendidikan mereka yang penuh tuntutan. Sifat kompetitif yang tinggi inilah yang menambah warganya rela untuk melakukan apapun untuk bisa mendapat kecantikan atau kegantengan sempurna tersebut. Bahkan, sampai melakukan prosedur-prosedur ekstrim. Menurut situs Medscape, warga Korea Selatan termasuk ratio warga dunia yang paling tinggi untuk urusan operasi kosmetik. Dari sinilah, mungkin banyak klinik dan iklan operasi plastik ditemukan di berbagai sudut Seoul. Yang paling ekstrim adalah operasi plastik yang diberikan kepada anak sebagai hadiah kelulusan oleh orang tua. Di acara Happy Together, ada beberapa seleb Kpop yang mengaku menerima kado kelulusan seperti ini. Jika banyak anggota grup perempuan masih sangat menjaga citranya di layar televisi atau depan publik dengan menunjukkan keengganannya tampil tanpa makeup, banyak seleb Korea yang mulai terbuka mengenai hasil permak wajahnya. Sebut saja Ko Hara dari Kara – lewat acara variety Strong Heart - mengaku memermak “sedikit” kelopak matanya dan menajamkan bagian atas hidungnya. Lee Joon dari MBLAQ mengaku setelah mendapat luka bakar dalam kecelakaan saat syuting “Ninja Assasin”, ia pun sekalian mengoperasi hidungnya untuk terlihat lebih mancung. Atau Dongwan dari Shinhwa yang mendapat hadiah perbaikan hidungnya yang bengkok dari bos perusahaannya sebelum debut. Sama seperti film dan musik Kpop yang sangat “menularkan” yang membuat saya jadi penikmat budaya pop negeri ginseng, obsesi kecantikan Korea tidak bisa dipungkiri mulai menular juga. Mudah-mudahan, tidak sampai ke hal yang ekstrem.
http://id.omg.yahoo.com/blogs/syanne-susita/kenapa-korea-terobsesi-operasi-plastik.html

Jumat, 09 Desember 2011

Domba Garut
Domba Garut telah dibudidayakan masyarakat Garut sejak lama. Domba yang memiliki fisik yang besar dan kuat ini, melahirkan seni atraksi laga domba yang di daerah Bayongbong Garut. Domba Garut merupakan hasil persilangan segitiga antara domba asli Indonesia, domba Merino dari Asia Kecil dan domba ekor gemuk dari Afrika. Domba ini dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Domba Garut, yang dikenal juga dengan sebutan domba priangan. Ciri-ciri fisiknya antara lain: Badan agak besar. Domba jantan dewasa mempunyai bobot 60-80 kg, sedangkan yang betina mempunyai bobot 30-40 kg. Domba jantan memiliki tanduk yang cukup besar, melengkung kearah belakang, dan ujungnya mengarah kedepan sehingga berbentuk seperti spiral. Pangkal tanduk kanan dan kiri hampir bersatu. Domba betina tidak memiliki tanduk. Ekornya pendek dan pangkalnya agak besar (gemuk). Lehernya agak kuat. Bentuk telinganya ada yang panjang, pendek dan sedang yang terletak dibelakang pangkal tanduk. Bulunya lebih panjang dan halus jika dibandingkan dengan domba asli, berwarna putih, hitam, cokelat, atau kombinasi dari ketiga warna tersebut. Domba ini baik untuk penghasil daging. Teknologi yang dibutuhkan untuk memelihara Domba Garut, baik usaha peternakan maupun usaha penggemukan sangat sederhana, meliputi penentuan lokasi, perkandangan dan perlengkapan. Penentuan lokasi peternakan domba perlu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor lingkungan, sumber daya alam, faktor sosial, faktor ekonomi dan faktor hukum yang mendukung pembudidayaan domba itu sendiri. Kebijakan Pemda Kabupaten Garut telah menetapkan lokasi peternakan Domba Garut yang meliputi Kecamatan Wanaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Singajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kecamatan Cikajang, Kecamatan Bungbulang, dan Kecamatan Cisewu sebagai sentra produksi domba pedaging. Meskipun belum ada data spesifik terhadap populasi domba Garut, dapat dijelaskan bahwa populasi ternak domba secara keseluruhan di Kabupaten Garut selalu tinggi dan tertinggi di antara jenis ternak besar lainnya setiap tahunnya. Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Peternakan, populasi ternak domba saat ini mencapai angka 416.158 ekor. Angka ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang belum mencapai angka 400.000.

Sabtu, 09 April 2011

Lady Gaga

Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir 28 Maret 1986; umur 25 tahun; lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga) adalah penyanyi pop Amerika. Dia mulai tampil dalam kancah musik rock dari New York City Lower East Side pada tahun 2003 dan terdaftar di New York University's Tisch School of the Arts. Dia lalu menandatangani kontrak dengan Streamline Records, sebuah jejak Interscope Records. Selama waktu awal dia di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menangkap perhatian Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan memasukkan Gaga ke label milik Akon, Kon Live Distribusion.

Dirilis pada 19 Agustus 2008, album debutnya The Fame, mencapai nomor satu di Inggris, Kanada, Austria, Jerman dan Irlandia serta mencapai dalam top-10 di tangga berbagai negara di seluruh dunia; di Amerika Serikat, The Fame mencapai nomor dua di chart Billboard 200 dan menduduki puncak Billboard's Dance / Electronic Album chart. Dua single pertamanya, "Just Dance" dan "Poker Face", yang ditulis dan di-co-produksi dengan RedOne, menduduki nomor satu di chart berbagai negara, seperti Billboard Hot 100 di Amerika Serikat serta negara-negara lain. Albumnya yang kemudian meraih total enam nominasi Grammy Award, memenangkan penghargaan untuk Best Electronic / Dance Album dan Best Dance Recording untuk "Poker Face". Pada awal 2009, ia memulai tur pertama, The Fame Ball Tour. Pada kuartal keempat tahun ini, ia telah merilis EP, The Fame Monster, bersama dengan single hitnya "Bad Romance", serta Gaga memulai tur kedua tahun ini, The Monster Ball Tour . Album kedua-nya, Born This Way, dijadwalkan akan dirilis pada tahun 2011.[1]

Lady Gaga terinspirasi oleh seniman glam rock seperti David Bowie dan Queen, serta penyanyi pop seperti Madonna dan Michael Jackson.[2] Dia juga menyatakan fashion adalah sumber inspirasi bagi lagu dan pertunjukan. Gaga menduduki peringkat ke-73 Artis Dekade 2000-10 Billboard. Pada Agustus 2010, Gaga telah menjual lebih dari 15 juta album dan 51 juta single di seluruh dunia. Kedua majalah Time dan Forbes memasukkan Gaga dalam daftar tahunan "Orang-orang Paling Berpengaruh di Dunia" dan "100 Most Powerful and Influential celebrities in the world",[3][4] Forbes juga menempatkan dirinya di nomor tujuh dalam daftar tahunan "100 Perempuan Terkuat Dunia."[5]


biografi LADY GAGA

Lady Gaga

Latar belakang
Dilahirkan dengan nama Stefani Joanne Angelina Germanotta
Asal Bendera Amerika Serikat Yonkers, New York
Genre Pop
Pop Dance
Elektronik
Pekerjaan Penyanyi
Pencipta lagu
Musisi

Penari
Instrumen Vokal
Piano
Synthesizer
Keytar
Tahun aktif 2006–sekarang
Label Def Jam
Interscope
Kon Live
Streamline
Cherrytree
Dipengaruhi oleh Akon, Beyonce, Space Cowboy, Elton John
Situs web www.ladygaga.com

Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir 28 Maret 1986; umur 25 tahun; lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga) adalah penyanyi pop Amerika. Dia mulai tampil dalam kancah musik rock dari New York City Lower East Side pada tahun 2003 dan terdaftar di New York University's Tisch School of the Arts. Dia lalu menandatangani kontrak dengan Streamline Records, sebuah jejak Interscope Records. Selama waktu awal dia di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menangkap perhatian Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan memasukkan Gaga ke label milik Akon, Kon Live Distribusion.

Dirilis pada 19 Agustus 2008, album debutnya The Fame, mencapai nomor satu di Inggris, Kanada, Austria, Jerman dan Irlandia serta mencapai dalam top-10 di tangga berbagai negara di seluruh dunia; di Amerika Serikat, The Fame mencapai nomor dua di chart Billboard 200 dan menduduki puncak Billboard's Dance / Electronic Album chart. Dua single pertamanya, "Just Dance" dan "Poker Face", yang ditulis dan di-co-produksi dengan RedOne, menduduki nomor satu di chart berbagai negara, seperti Billboard Hot 100 di Amerika Serikat serta negara-negara lain. Albumnya yang kemudian meraih total enam nominasi Grammy Award, memenangkan penghargaan untuk Best Electronic / Dance Album dan Best Dance Recording untuk "Poker Face". Pada awal 2009, ia memulai tur pertama, The Fame Ball Tour. Pada kuartal keempat tahun ini, ia telah merilis EP, The Fame Monster, bersama dengan single hitnya "Bad Romance", serta Gaga memulai tur kedua tahun ini, The Monster Ball Tour . Album kedua-nya, Born This Way, dijadwalkan akan dirilis pada tahun 2011.[1]

Lady Gaga terinspirasi oleh seniman glam rock seperti David Bowie dan Queen, serta penyanyi pop seperti Madonna dan Michael Jackson.[2] Dia juga menyatakan fashion adalah sumber inspirasi bagi lagu dan pertunjukan. Gaga menduduki peringkat ke-73 Artis Dekade 2000-10 Billboard. Pada Agustus 2010, Gaga telah menjual lebih dari 15 juta album dan 51 juta single di seluruh dunia. Kedua majalah Time dan Forbes memasukkan Gaga dalam daftar tahunan "Orang-orang Paling Berpengaruh di Dunia" dan "100 Most Powerful and Influential celebrities in the world",[3][4] Forbes juga menempatkan dirinya di nomor tujuh dalam daftar tahunan "100 Perempuan Terkuat Dunia."[5]


1986–2004: Kehidupan awal

Lady Gaga lahir dengan nama Stefani Joanne Angelina Germanotta, dari keluarga Amerika Italia, di New York City pada tanggal 28 Maret 1986,[6] sebagai putri sulung Joseph Germanotta, seorang wiraswasta internet, dan Cynthia (née Bissett).[7] Ia belajar bermain piano dari umur empat tahun, dan menulis lagu piano pertamanya pada usia 13 tahun dan tampil pada open mike pada umur 14 tahun.[8] Gaga dibesarkan dalam lingkungan Katolik Roma.[9] Pada umur 11, Gaga masuk ke dalam Convent of the Sacred Heart, sekolah Katolik khusus perempuan di Manhattan.[10][11] Gaga menekankan bahwa ia tidak berasal dari keluarga yang kaya, dengan menyatakan bahwa orang tuanya "berasal dari keluarga kelas bawah, sehingga kami berjuang untuk semua - ibuku bekerja dari jam delapan pagi sampai delapan malam di luar rumah, dalam bidang telekomunikasi, dan begitu pula ayahku."[12]

Sebagai seorang aktor yang penuh hasrat di musikal SMA, Gaga berperan sebagai tokoh utama (Adelaide) dalam Guys and Dolls, dan Philia dalam A Funny Thing Happened on the Way to the Forum.[13] Ia menggambarkan kehidupan akademiknya di sekolah yang "sangat berbakti, rajin, disiplin", tetapi juga "sedikit tidak aman" seperti yang diujarkannya dalam sebuah wawancara, "Aku terbiasa dijadikan bulan-bulanan karena terlalu provokatif atau eksentrik."[14][15][16]

Rabu, 02 Februari 2011

7 keajaiban dunia baru

Ensiklopedia Mini Seri
Tujuh Keajaiban Dunia Baru


Lokasi pemenang Tujuh Keajaiban Dunia Baru.
Tujuh Keajaiban Dunia Baru adalah proyek yang berusaha mengembalikan konsep Tujuh Keajaiban Dunia dengan daftar keajaiban modern. Pemilihan disusun oleh Yayasan New 7 Wonders, dengan pemenang diumumkan pada tanggal 7 Juli 2007 di Lisbon, Portugal.[1]
Daftar keajaiban
Keajaiban Simbol Lokasi Gambar
Tembok Besar Tiongkok
Perlindungan, Terus Menerus Republik Rakyat Cina


Petra
Teknik, Perlindungan Jordan


Patung Kristus Penebus
Penerimaan, Keterbukaan Rio de Janeiro, Brazil


Machu Picchu
Komunitas, Dedikasi Cuzco, Perú


Chichén Itzá
Pemujaan, Ilmu Pengetahuan Yucatán, Mexico


Colosseum
Kesenangan, Penderitaan Roma, Italy


Taj Mahal
Cinta, Hasrat Agra, India


Piramid Giza
(Kandidat Kehormatan, karena satu-satunya dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuna yang masih ada) Tidak Punah, Keabadian Kairo, Mesir


Finalis 7 Keajaiban Dunia Baru
21 finalis[2], disusun secara alfabet dan dengan simbol yang diasosiasikan adalah:
Keajaiban Simbol Lokasi Gambar
Acropolis
Peradaban, Demokrasi Athena, Yunani


Alhambra
Harga Diri, Dialog Granada, Spanyol


Angkor Wat
Keindahan, Suaka Angkor, Kamboja


Chichen Itza
Pemujaan, Ilmu Pengetahuan Yucatán, Mexico


Patung Kristus Penebus
Penerimaan, Keterbukaan Rio de Janeiro, Brazil


Colosseum
Kesenangan, Penderitaan Roma, Italy


Moai
Misteri, Keluarbiasaan Pulau Paskah, Chili


Menara Eiffel
Tantangan, Kemajuan Paris, Perancis


Tembok Besar Tiongkok
Perlindungan, Terus Menerus Republik Rakyat Cina


Hagia Sophia
Keyakinan, Penghormatan Istanbul, Turki


Biara Kiyomizu
Kejelasan, Ketenangan Kyoto, Jepang


Kremlin, Lapangan Merah, dan Katedral Saint Basil
Pertahanan, Simbolik Moskow, Rusia



Machu Picchu
Komunitas, Dedikasi Cuzco, Perú


Istana Neuschwanstein
Fantasi, Khayalan Füssen, Jerman


Petra
Teknik, Perlindungan Jordan


Piramid Giza
Ketidakpunahan, Keabadian Kairo, Mesir


Patung Liberty
Kemurahan hati, Harapan New York City, Amerika Serikat

pengetahuan-garis nazca

Garis-garis Nazca
Garis-garis dan Geoglif di Nazca dan Pampas de Jumana*
Situs Warisan Dunia UNESCO

________________________________________


Negara Peserta
Peru

Tipe Kebudayaan
Kriteria
i, iii, i
Referensi 700

Wilayah† Amerika Latin dan Karibia
Sejarah prasasti
Prasasti resmi 1994 (Sesi 18)

* Nama resmi dalam Daftar Warisan Dunia.
† Menurut klasifikasi resmi UNESCO.

Garis-garis Nazca merupakan rangkaian geoglif yang terletak di Gurun Sechura, khususnya di Gurun Nazca, daerah yang panjangnya lebih dari 80 km antara kota Nazca dan Palpa di Peru. Geoglif ini diperkirakan dibuat oleh kebudayaan Nazca antara 200 SM dan 700 M. Terdapat ratusan gambar, dari yang sederhana sampai yang rumit, seperti gambar burung, laba-laba, monyet, ikan, ikan hiu, llama, dan kadal. salah satu tempat didunia yang sampai saat ini masih banyak diliputi misteri. Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul mengenai asal usulnya.
Garis-garis Nazca sendiri baru mulai marak diperbincangkan pada era tahun 1920-an, bermula dari cerita penumpang pesawat terbang yang melintas daerah Nazca, mengaku seperti melihat garis-garis samar membentuk berbagai macam bentuk makhluk hidup dengan dimensi yang besar. Tahun 1920-an merupakan era baru dalam penerbangan komersial di wilayah Amerika.
Sejak kabar penemuan itu, para arkeolog dari seluruh belahan dunia berbondong-bondong datang ke daerah Nazca untuk melihat dan meneliti lebih lanjut mengenai garis-garis Nazca.
Pembuatan
Tidak diketahui dengan pasti siapa yang membuat garis-garis Nazca. Teori utama adalah bahwa peradaban Nazca yang membuatnya, dengan menggunakan peralatan dan teknologi sederhana. Teori ini didukung dengan ditemukannya keramik dan pasak kayu di beberapa ujung garis. Selain itu, beberapa peneliti, seperti Joe Nickell dari Universitas Kentucky, telah membuat ulang garis-garis ini dengan teknologi yang kira-kira tersedia pada masa peradaban Nazca, tanpa bantuan udara.

teori darwin terpatahkan

Teori Darwin di Patahkan

Sepanjang garis Aborigin tidak bercampur dengan ras lain, ciri mereka akan selalu tetap sama. Tidak masalah berapa lama waktu berlalu, orang-orang ini tidak akan berevolusi dengan cara sedemikian untuk mendapatkan ciri-ciri yang berbeda. Mereka tidak akan mendapatkan tengkorak dengan volume lebih besar atau ciri anatomis lain.

NEANDERTHAL: SATU RAS MANUSIA YANG

BERBEDA DENGAN SEMUA RAS YANG PERNAH HIDUP DALAM SEJARAH TIDAK MENYUSUN SATU PETUNJUK BAGI EVOLUSI!:

Manusia Neanderthal (Homo neanderthalensis) adalah manusia yang muncul di Eropa 100,000 tahun silam dan tidak lagi ada kira-kira 35,000 tahun silam-atau telah bercampur dengan ras-ras lain manusia. Perbedaan utama antara mereka dan manusia masa kini adalah rangka mereka sedikit lebih padat dan volume rata-rata otak mereka sedikit lebih besar. Temuan-temuan ilmiah memperlihatkan bahwa orang-orang Neanderthal sepenuhnya ras manusia dengan tingkat kecerdasan dan budaya yang tidak berbeda dengan kita. Manusia Cro-Magnion juga satu ras yang dipercaya hidup 30,000 tahun silam. Mereka memiliki tengkorak kubah dan dahi yang lebar. Isi tengkorak mereka yang 1,600 cc lebih tinggi daripada rata-rata manusia saat ini. Mereka memiliki tonjolan tebal pelipis yang tebal di tengkorak mereka dan memiliki juga tonjolan keras di belakang tengkorak mereka, yang juga merupakan ciri manusia Neanderthal. Banyak dari perbedaan fisik serupa yang ada antara manusia Cro-Magnon dan Neanderthal juga ada di antara ras-ras manusia masa kini. Sama seperti perbedaan antara orang Amerika dan orang Inuit, atau orang Afrika dan orang Eropa, tidak membuktikan bahwa salah satu mereka lebih unggul daripada yang lain; demikian juga sifat-sifat fisik dari ras-ras punah ini tidak menjadikan mereka primitif atau mirip kera. Ras-ras ini bercampur-baru dengan ras-ras lain atau, untuk suatu alasan yang belum diketahui, meninggalkan panggung sejarah. Namun, tidak mungkin mereka “primitif” atau “setengah kera.” Mereka ada sebagai manusia yang sempurna.struktur tengkorak adalah sepenuhnya alamiah. Beragam spesies ikan juga memiliki beragam bentuk kepala. Misalnya, bentuk kepala trout salmon sangat berbeda dari belut, namun keduanya sama-sama ikan. Serupa itu, ada perbedaan antara struktur tengkorak aneka ras manusia. Ada perbedaan pada struktur dahi, liang mata, tonjolan pelipis dan isi tengkorak antara orang Pigmi dan Inggris, Rusia dan China, Aborigin dan Inuit atau Afrika dan Jepang, Namun, perbedaan-perbedaan ini tidak berarti bahwa satu ras berevolusi dari ras lain atau bahwa ras tertentu adalah “lebih primitif” atau “lebih maju” daripada yang lain. Sepanjang garis Aborigin tidak bercampur dengan ras lain, ciri mereka akan selalu tetap sama. Tidak masalah berapa lama waktu berlalu, orang-orang ini tidak akan berevolusi dengan cara sedemikian untuk mendapatkan ciri-ciri yang berbeda. Mereka tidak akan mendapatkan tengkorak dengan volume lebih besar atau ciri anatomis lain. Misalnya, sebagian pribumi Malaysia yang hidup harus ini memiliki tonjolan pelipis yang besar dan dahi yang tertarik ke belakang-suatu ciri khas bagi tengkorak Homo erectus yang dikatakan para evolusionis “primitif.” Jika pendapat para evolusionis ini benar, maka pribumi Malaysia ini harus memiliki apa yang dikatakan struktur dan penampilan manusia yang belum berkembang, yang baru saja berevolusi dari kera. Akan tetapi, hal ini bagaimana pun tidak terjadi. Fakta bahwa sebagaimana ciri anatomis tengkorak Homo erectus juga terlihat hari ini mengungkapkan bahwa

Homo erectus bukanlah spesies primitif, maupun juga fakta bahwa skenario evolusionis tentang

“pohon keluarga manusia” itu sekadar dusta.



Misalnya, sebagian pribumi Malaysia yang hidup harus ini memiliki tonjolan pelipis yang besar dan dahi yang tertarik ke belakang-suatu ciri khas bagi tengkorak Homo erectus yang dikatakan para evolusionis “primitif.” Jika pendapat para evolusionis ini benar, maka pribumi Malaysia ini harus memiliki apa yang dikatakan struktur dan penampilan manusia yang belum berkembang, yang baru saja berevolusi dari kera. Akan tetapi, hal ini bagaimana pun tidak terjadi. Fakta bahwa sebagaimana ciri anatomis tengkorak Homo erectus juga terlihat hari ini mengungkapkan bahwa Homo erectus bukanlah spesies primitif, maupun juga fakta bahwa skenario evolusionis tentang “pohon keluarga manusia” itu sekadar dusta.

Singkatnya, fakta bahwa sebagian ras manusia yang hidup di masa lalu memiliki struktur anatomis yang berbeda bukanlah petunjuk bagi evolusi. Perbedaan anatomis dapat terlihat pada setiap umur, di antara berbagai ras manusia. Tengkorak orang Amerika dan Jepang, Eropa dan Aborigin, Inuit, Afrika atau Pigmi tidaklah sama. Namun, hal ini tidak menyiratkan bahwa salah satu ras ini lebih maju atau lebih primitif daripada ras lainnya.

Jika, ribuan tahun ke depan, seorang ilmuwan menemukan tengkorak seorang Amerika yang tingginya 1,9 meter yang hidup di tahun 2000-an dan memutuskan untuk membandingkannya dengan tengkorak seorang Jepang dengan tinggi 1,6 meter yang juga hidup di abad ke-21, ia akan mengamati banyak perbedaan, ukuran adalah yang pertama.

Jika, berdasarkan pada perbedaan-perbedaan ini, ia menyatakan bahwa orang Amerika lebih maju dalam sebuah proses evolusi khayalan sementara orang Jepang itu sekadar hominid primitif, tafsirannya pasti hauh dari mencerminkan kebenaran.

Lebih lagi, ukuran satu tengkorak bukanlah ukuran kecerdasan atau kecakapan manusia. Banyak orang memiliki tubuh yang tumbuh baik, namun berkemampuan mental terbatas. Di sisi lain, ada banyak orang cerdas yang tubuhnya dan kepalanya lebih kecil daripada orang-orang lain. Mendasarkan pada hanya ukuran, memeringkat tengkorak-tengkorak orang ini ke dalam yang disebut susunan evolusioner akan pastilah tidak bernilai ilmiah, sebab susunan semacam itu tidak mencerminkan fakta. Perbedaan dalam isi tengkorak tidak bermakna apa-apa bagi kecerdasan dan kecakapan, sebagaimana kita ketahui dengan baik.



Tengkorak seseorang yang terlibat dalam kegiatan mental yang sibuk sepanjang hidupnya tidak akan tumbuh. Ia sekadar menjadi lebih mampu secara mental. Kecerdasan berubah tidak menurut isi otak, namun lewat penyusunan neuron dan sinapsis di dalam otak.




Peniruan pada Kera tidak Berarti Kera dapat Berevolusi Menjadi Manusia:



Para Darwinis menyatakan bahwa kemampuan meniru kera adalah bukti bagi persangkaan mereka bahwa kera berevolusi menjadi manusia. Benar, kera mampu meniru gerak tubuh dan perilaku yang mereka lihat. Ketika dilatih agar demikian, mereka dapat membedakan bentuk dan warna benda, dan menanggapi rangsangan secara cerdas. Akan tetapi, ini tidak berarti bahwa mereka berevolusi menjadi manusia seiring dengan waktu. Jika itu kejadiannya, maka semua spesies hewan yang dikenal cerdas-anjing, kucing, kuda-harus diharapkan akan pelan-pelan berevolusi menjadi manusia.



Misalnya, ketika dilatih, beo dapat membedakan bentuk persegi dari lingkaran, merah dari biru, dan dapat menempatkan benda ke tempat yang benar. Lebih jauh, beo memiliki kemampuan berbicara dengan meniru suara manusia, yang tidak bisa dilakukan kera. Dalam hal ini-menurut pernyataan tak masuk akal para Darwinis-beo memiliki peluang lebih besar berevolusi menjadi manusia yang cerdas.



Serigala adalah binatang lain yang dikenal akan kecerdasannya. Menurut logika tanpa dasar dan tidak ilmiah para Darwinis, ukuran tengkorak serigala akan tumbuh pelan-pelan, sesuai dengan kecerdasannya, dan suatu kali, mamalia ini akan berevolusi menjadi suatu spesies yang secerdas dan sesadar manusia. Akan tetapi, alihrupa ini tidak pernah terjadi. Serigala selalu tetap serigala.



Sungguh menakjubkan melihat orang dengan karir akademis bersusah-payah mencoba menjelaskan pernyataan-pernyataan tak masuk akal ini dengan membumbuinya dengan istilah-istiah ilmiah dan kata-kata Latin. Tidak masalah bagaimana kera mengembangkan kemampuan mental dan kecakapan tangannya, atau meniru apa yang dilihatnya di sekitar, hal-hal ini tidak akan membuat mereka suatu hari menjadi manusia. Kera selalu menjadi kera, dan akan tetap demikian. Dan tidak masalah betapa susah-payah para evolusionis berpendapat lain, kebenaran itu nyata: manusia menjadi ada tidak lewat proses evolusioner apapun, namun diciptakan oleh Allah, dengan kecerdasan, kesadaran dan hati nurani yang telah diberikan olehNya.

Manusia diciptakan sebagai manusia dan ada sebagai manusia sejak penciptaannya. Inilah kebenaran yang telah ditunjukkan kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan kepada kita.



Cerita Evolusi Manusia Penuh dengan Tipuan:



Sepanjang sejarah geologi, lebih dari 6.000 spesies kera pernah hidup, dan sebagian besar telah punah. Kini, hanya 120 spesies kera masih ada di Bumi. Namun, kira-kira 6.000 spesies kera itu membentuk satu sumber daya yang kaya bagi para evolusionis. Mereka menciptakan suatu skenario evolusi manusia yang cocok dengan maksud-maksud mereka dengan menyusun sebagian tengkorak kera punah ini dan ras manusia dalam suatu urutan, dari yang terkecil ke yang terbesar dan membumbuinya dengan ulasan-ulasan berprasangka. Dengan menggunakan cara-cara ini, mereka mencoba selama bertahun-tahun untuk mendapatkan sokongan bagi teori evolusi dan menipu manusia. Namun, kini mereka harus melihat bahwa metode-metode yang mereka pakai tidak lagi berguna.

Sebagian petunjuk hasil karang-karangan yang digunakan para evolusionis untuk meyakinkan orang-orang lain bahwa skenario evolusi manusia itu benar adalah:

Manusia Piltdown, ditemukan oleh Charles Dawson di tahun 1912 dan yang diduga berumur 500 ribu tahun. Akan tetapi, kira-kira 40 tahun setelah “fosil” ditemukan, para ilmuwan memeriksanya sekali lagi dan mengungkapkan suatu pemalsuan yang mencengangkan. Tengkorak Manusia Piltdown adalah milik manusia yang hidup 500 tahun lalu, dan tulang rahang bawahnya milik kera yang baru mati. Giginya telah sengaja disusun dan disisipkan ke rahang, dan sendi-sendinya diisi agar membuatnya menyerupai milik manusia. Lalu, semua potongan tulang dinodai dengan kalium dikromat untuk memberinya penampakan kuno.

Pada tahun 1922, Henry Fairfield Osborn, direktur Museum Sejarah Alam Amerika, menyatakan bahwa ia telah menemukan satu fosil gigi geraham dari Zaman Pliosen di Nebraska barat dekat Snake Brook. Gigi ini diduga memiliki sifat yang sama dimiliki gigi manusia dan kera, dan berasal dari spesies baru yang dijuluki “Manusia Nebraska.” Berdasarkan pada satu gigi ini, reka ulang kepala dan tubuh manusia Nebraska digambarkan. Lebih lagi, manusia Nebraska bahkan digambarkan bersama seluruh keluarganya! Namun, di tahun 1927, bagian-bagian lain rangka juga ditemukan, dan potongan-potongan yang baru ditemukan ini menunjukkan bahwa gigi itu bukan milik manusia maupun kera, namun milik satu spesies babi liar Amerika yang punah yang disebut Prosthennops.

Ramapithecus diketahui sebagai keyakinan sesat terbesar dan terlama teori evolusi. Nama ini diberikan kepada fosil yang ditemukan di India pada tahun 1932, yang disangka mewakili tahap pertama perpisahan antara manusia dan kera, yang dianggap terjadi 14 juta tahun silam. Fosil ini digunakan sebagai petunjuk kokoh oleh para evolusionis selama sekitar 50 tahun. Akan tetapi, analisis lebih lanjut membuktikan bahwa sifat-sifat gigi Ramapithecus sangat mirip dengan sebagian simpanse masa kini. Misalnya, Theropithecus galada, babon dataran tinggi yang hidup di Ethiopia, memiliki gigi seri dan taring yang relatif kecil dibandingkan dengan kera-kera lainnya yang kini hidup dan wajah kecil seperti Ramapithecus. Di bulan terbitan April 1982 majalah Science, satu tulisan berjudul “Humans lose an early ancestor” (Manusia kehilangan moyang asalnya) mengumumkan bahwa Ramapithecus hanyalah orangutan yang sudah punah.

Di bulan Juli 1984, sebuah fosil rangka yang hampir lengkap dari yang jelas-jelas manusia ditemukan di Danau Turkana, Kenya. Diperkirakan bahwa fosil ini, dijuluki Pemuda Turkana, berumur 12 tahun dan akan sejangkung 1,83 meter saat dewasa. Struktur tegak rangka ini tidak ada bedanya dengan manusia masa kini. Bangun panjang dan tinggi rangka ini sepenuhnya cocok dengan rangka manusia yang saat ini hidup di kawasan tropis dunia. Richard Leakey mengatakan bahwa di masa kini, remaja ini akan tidak mencolok jika berada di kerumunan orang . Karena ditemukan di lapisan yang berumur 1,6 juta tahun, rangka manusia ini digolongkan menurut umurnya sebagai wakil lain Homo erectus. Pemuda Turkana adalah contoh biasa dari tafsiran berprasangka dan berpihak terhadap fosil oleh para evolusionis.

“Lucy” adalah nama yang diberikan kepada fosil yang ditemukan oleh ahli antropologi Donald Johanson di tahun 1974. Banyak evolusionis menyatakan bahwa Lucy adalah bentuk peralihan antara manusia dan apa yang disebut moyang hominidnya. Akan tetapi, analisis lanjutan pada fosil ini mengungkapkan bahwa Lucy hanyalah anggota dari spesies kera yang punah, dikenal sebagai Australopithecus. Ukuran otak Australopithecus mendekati simpanse. Banyak sifat-sifat lain-seperti rincian tengkorak, kedekatan mata, gigi geraham yang tajam, struktur rahang, tangan panjang, dan kaki pendek-menegaskan bahwa mahluk ini tidak berbeda dengan simpanse masa kin. Bahkan panggulnya pun sama dengan simpanse.

Richard Leakey menyajikan tengkorak yang dinamai KNM-ER 1470-yang dikatakannya berumur 2,8 juta tahun-sebagai temuan terbesar dalam sejarah antropologi. Menurutnya, mahluk ini mamalia isi otak kecil seperti Australopithecus, bersama dengan satu wajah yang mirip dengan manusia masa kini, dan adalah rantai yang hilang antara Australopithecus dan manusia. Namun, setelah beberapa saat, disadari orang bahwa wajah mirip manusia dari tengkorak KNM-ER 1470, yang sering muncul di sampul-sampul berkala ilmiah dan majalah ilmiah populer, adalah hasil perakitan tidak benar potongan-potongan tengkorak-”kesalahan” mana mungkin disengaja.

Seperti Anda lihat, tidak ada temuan ilmiah yang mendukung, apalagi menegaskan, teori evolusi; hanya sejumlah ilmuwan yang memercayai membabi-buta. Para ilmuwan ini meyakini mitos evolusi itu sendiri, sekalipun tidak berlandasan ilmiah, dan juga mencoba membuat orang lain memercayai hal yang sama menggunakan bangun pendapat yang menipu dan tafiran berprasangka. Semua kabar tentang apa yang disebut “moyang manusia” dan gambar-gambar yang digunakan dalam kabar-kabar itu sekadar karang-karangan. Petunjuk kokoh telah menghancurkan kisah evolusi manusia.

Dalam halaman-halaman berikut, beberapa contoh dari tak terhitung tengkorak yang membatu disajikan yang membantah teori evolusi. Tengkorak-tengkorak ini adalah di antara petunjuk bahwa tak satu mahluk hidup pun pernah berubah sepanjang sejarah, bahwa tak satu pun telah mengubah diri menjadi spesies lain dan bahwa tiap spesies selalu ada bersama semua ciri yang dimilikinya sejak awal.

Bersama dengan potongan-potongan petunjuk ini, penghalang dan ketiadaan nalar dalam pemikiran para Darwinis disajikan. Misalnya, para Darwinis menyatakan bahwa spesies memerbaiki diri lewat perubahan terus-menerus. Namun, bagaimanakah mereka menjelaskan kelanggengan yang terus tampak dalam semua mahluk hidup? Teori evolusi bahwa manusia semestinya turun dari kera juga harus menjelaskan mengapa spesies-spesies lain tidak mengalami suatu proses alihrupa yang sama dengan semestinya telah dialami si kera khayalan itu.

Para Darwinis tidak memiliki jawaban tentang mengapa beruang tidak memutuskan menjadi berjalan dengan dua kaki pada suatu hari, atau mengapa rubah tidak berevolusi menjadi seorang profesor yang cakap dengan mengembangkan kecerdasannya, atau mengapa seekor panda tidak menjadi seorang pelukis yang menciptakan karya seni yang mengagumkan. Bahan evolusi telah dilukiskan dengan contoh-contoh dan penalaran-penalaran yang bahkan mudah diabaikan anak-anak, sekadar menyatakan ketidaknalaran Darwinisme yang sukar terbayangkan. Darwinisme disajikan seakan itu fakta ilmiah, namun sebenarnya ideologi yang ketidaknalarannya sukar terbayangkan.

Sebagaimana akan Anda lihat, Darwinisme adalah skandal terbesar dalam sejarah, dibangun sepenuhnya di atas dusta, tipuan, serta pernyataan-pernyataan tidak nalar dan tidak masuk akal. Seluruh dunia akan menyaksikan keruntuhan akhir Darwinisme dalam abad ke-21 ini.